Program Studi Pariwisata Bahari Gelar Kuliah Umum Bahas Konektivitas Pengelolaan Wilayah Pesisir Untuk Wisata Bahari

Program Studi Pariwisata Bahari, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan pada hari Rabu 24 Mei 2023, menyelenggarakan kuliah umum dengan Tema “ Konektivitas Pengelolaan Wilayah Pesisir Untuk Wisata Bahari” dengan menghadirkan para narasumber :  Drs. Vinsensius Jemadu, MBA Deputi Bidang Pengembangan Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dr. Asep Agus Handaka Suryana.,S.Pi.,MT selaku Ketua Penjaminan Mutu Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran, Dr. Sunarto.,S.Pi.,M.Si sebagai Kepala Departemen Ilmu Kelautan dan Dr. Atikah Nurhayati.,SP.,MP selaku Ketua Program Studi Pariwisata Bahari, dengan moderator R.Mochamad Candra Wirawan Arief,S.Pi.,M.Sc.,M.IL.,Ph.D.

Drs. Vinsensius Jemadu, MBA Deputi Bidang Pengembangan Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, menyampaikan bahwa kondisi eksisting industri 4.0 menuntut bidang wisata bahari harus adaptif dan inovatif terhadap arus informasi dan teknologi yang sangat cepat, sehingga terjadi paradigma baru dalam perjalanan wisata.  Trend global jangka menegah dan jangka Panjang meliputi perubahan sistem kesehatan, akselerasi otomatisasi dan digitalisasi, peningkatan peran Artificial Intelligence (AI) dan big data, peningkatan tren telework, perubahan global value chain and green recovery serta terjadi perubahan trend konsumen evolving demand (semakin beragam, namun disesuaikan dengan skala interaksi), local before global (peningkatan komitmen penggunaan produk dalam negeri), touchless services ( kemudahan akses bertransaksi), work and activity with health and safety awareness (ekosistem bekerja dan mobilitas yang sehat dan aman, creativity beyond limited (inovasi berkelanjutan), sustainable growth (peningkatan kesadaran akan produk produk yang mendukung keberlanjutan lingkungan hidup).

Hal ini sejalan dengan yang disampaikan oleh Dr. Asep Agus Handaka., S.Pi.,MT mengenai Konektivitas Dalam Industri Pariwisata Bahari dimana  kolaborasi dan inovatif, diperlukan dalam mengelola kawasan peisir untuk wisata bahari.

Pada kesempatan yang sama Dr. Sunarto., S.Pi.,M.Si menyampaikan Fenomena Oseanografi Bentang Pantai dan Wisata Bahari, bahwa aktivitas alamiah fisika oseanografi sangat berhubungan dengan aktivitas pariwisata (Pecahan gelombang, refraksi gelombang, Pasang surut). Kerusakan akibat gelombang, pasang surut dan arus pantai, sering menimbulkan perubahan bentang alam pantai dandapat berdampak bagi wisata. Bentang alam yang indah menjadi atraksi wisata yang menarik.

Ketua Program Studi Pariwisata Bahari Dr. Atikah Nurhayati.,SP.,MP menyampaikan “ Perspektif Sosial Ekonomi Kawasan Pesisir Untuk Wisata Bahari “ , bahwa kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil memiliki potensi sumber daya alam dan jasa lingkungan yang dapat menggerakkan industri pariwisata bahari dengan melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaannya, yang sebagian besar masyarakt pesisir bermatapenceharian sebagai nelayan atau pelaku usaha perikanan, namun tidak tertutup kemungkinan memiliki potensi melakukan diversifikasi usaha di bidang wisata bahari, diantaranya dalam pengembangan kemampuan keterampilan khusus atraksi wisata bahari, aksesbilitas  dan amenitas yang akan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat pesisir.

Transformasi sosial ekonomi pengembangan kawasan wisata bahari melalui pengembangan Desa Wisata Bahari (Dewi Bahari) diharapkan mampu memberikan diversifikasi usaha bagi masyarakat pesisir, hal ini perlu diperkuat dengan penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat pesisir, sehingga mampu meningkatan pendapatan masyarakat (better income for local community), menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih baik (creating better living), meningkatan kepedulian terhadap kerberlanjutan sumber daya alam (better awareness of sustainable natural resources).

Kegiatan kuliah umum dilaksanakan secara hybrid dengan melibatkan seluruh mahasiswa program studi pariwisata bahari serta peserta umum yang tertarik dengan wisata bahari. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, dengan menghadirkan praktisi mengajar di kampus dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Program Studi Pariwisata Bahari Gelar Kuliah Umum Bahas Konektivitas Pengelolaan Wilayah Pesisir Untuk Wisata Bahari

Program Studi Pariwisata Bahari, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan pada hari Rabu 24 Mei 2023, menyelenggarakan kuliah umum dengan Tema “ Konektivitas Pengelolaan Wilayah Pesisir Untuk Wisata Bahari” dengan menghadirkan para narasumber :  Drs. Vinsensius Jemadu, MBA Deputi Bidang Pengembangan Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dr. Asep Agus Handaka Suryana.,S.Pi.,MT selaku Ketua Penjaminan Mutu Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran, Dr. Sunarto.,S.Pi.,M.Si sebagai Kepala Departemen Ilmu Kelautan dan Dr. Atikah Nurhayati.,SP.,MP selaku Ketua Program Studi Pariwisata Bahari, dengan moderator R.Mochamad Candra Wirawan Arief,S.Pi.,M.Sc.,M.IL.,Ph.D.

Drs. Vinsensius Jemadu, MBA Deputi Bidang Pengembangan Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, menyampaikan bahwa kondisi eksisting industri 4.0 menuntut bidang wisata bahari harus adaptif dan inovatif terhadap arus informasi dan teknologi yang sangat cepat, sehingga terjadi paradigma baru dalam perjalanan wisata.  Trend global jangka menegah dan jangka Panjang meliputi perubahan sistem kesehatan, akselerasi otomatisasi dan digitalisasi, peningkatan peran Artificial Intelligence (AI) dan big data, peningkatan tren telework, perubahan global value chain and green recovery serta terjadi perubahan trend konsumen evolving demand (semakin beragam, namun disesuaikan dengan skala interaksi), local before global (peningkatan komitmen penggunaan produk dalam negeri), touchless services ( kemudahan akses bertransaksi), work and activity with health and safety awareness (ekosistem bekerja dan mobilitas yang sehat dan aman, creativity beyond limited (inovasi berkelanjutan), sustainable growth (peningkatan kesadaran akan produk produk yang mendukung keberlanjutan lingkungan hidup).

Hal ini sejalan dengan yang disampaikan oleh Dr. Asep Agus Handaka., S.Pi.,MT mengenai Konektivitas Dalam Industri Pariwisata Bahari dimana  kolaborasi dan inovatif, diperlukan dalam mengelola kawasan peisir untuk wisata bahari.

Pada kesempatan yang sama Dr. Sunarto., S.Pi.,M.Si menyampaikan Fenomena Oseanografi Bentang Pantai dan Wisata Bahari, bahwa aktivitas alamiah fisika oseanografi sangat berhubungan dengan aktivitas pariwisata (Pecahan gelombang, refraksi gelombang, Pasang surut). Kerusakan akibat gelombang, pasang surut dan arus pantai, sering menimbulkan perubahan bentang alam pantai dandapat berdampak bagi wisata. Bentang alam yang indah menjadi atraksi wisata yang menarik.

Ketua Program Studi Pariwisata Bahari Dr. Atikah Nurhayati.,SP.,MP menyampaikan “ Perspektif Sosial Ekonomi Kawasan Pesisir Untuk Wisata Bahari “ , bahwa kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil memiliki potensi sumber daya alam dan jasa lingkungan yang dapat menggerakkan industri pariwisata bahari dengan melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaannya, yang sebagian besar masyarakt pesisir bermatapenceharian sebagai nelayan atau pelaku usaha perikanan, namun tidak tertutup kemungkinan memiliki potensi melakukan diversifikasi usaha di bidang wisata bahari, diantaranya dalam pengembangan kemampuan keterampilan khusus atraksi wisata bahari, aksesbilitas  dan amenitas yang akan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat pesisir.

Transformasi sosial ekonomi pengembangan kawasan wisata bahari melalui pengembangan Desa Wisata Bahari (Dewi Bahari) diharapkan mampu memberikan diversifikasi usaha bagi masyarakat pesisir, hal ini perlu diperkuat dengan penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat pesisir, sehingga mampu meningkatan pendapatan masyarakat (better income for local community), menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih baik (creating better living), meningkatan kepedulian terhadap kerberlanjutan sumber daya alam (better awareness of sustainable natural resources).

Kegiatan kuliah umum dilaksanakan secara hybrid dengan melibatkan seluruh mahasiswa program studi pariwisata bahari serta peserta umum yang tertarik dengan wisata bahari. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, dengan menghadirkan praktisi mengajar di kampus dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Scroll to Top